"Otoritas menyadari sepenuhnya hal yang menjadi concern dan akan terus menindaklanjuti dengan respon kebijakan yang sejauh ini telah memberikan hasil positif," kata Gubernur BI Agus Martowardojo di Jakarta, Senin.
Dalam siaran persnya, JCR menyampaikan beberapa faktor kunci yang mendukung afirmasi Sovereign Credit Rating Indonesia tersebut yakni pertumbuhan ekonomi yang kuat, pengelolaan fiskal dan sistem perbankan yang sehat, serta ketahanan perekonomian terhadap tekanan eksternal.
Di sisi lain, faktor-faktor yang dinilai menjadi risiko bagi Sovereign Credit Rating Indonesia antara lain ketergantungan pada komoditas sumber daya alam, defisit neraca berjalan dan aliran investasi yang fluktuatif, tingginya subsidi BBM, ketertinggalan infrastruktur dan pasar keuangan yang belum berkembang.
![]() |
| Agus Martowardojo (ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf) |
Kebijakan-kebijakan tersebut dinilai dapat mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam jangka menengah-panjang.
Dari sisi Bank Indonesia, lanjut Agus, kebijakan reformasi struktural yang perlu dilakukan yakni terutama dalam bentuk upaya berkelanjutan dalam pendalaman pasar keuangan.
"Ke depan, Bank Indonesia bersama Pemerintah akan terus melanjutkan komitmen dalam menjaga kestabilan ekonomi Indonesia," kata Agus.
Editor: Ruslan BurhaniCOPYRIGHT © ANTARA 2014
View the original article here

Posting Komentar