Menurut dia, pelaku pasar sedang menantikan realisasi penaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, diharapkan neraca transaksi berjalan Indonesia mengalami perbaikan ke depannya.
Kendati demikian, lanjut dia, koreksi IHSG BEI itu cenderung tertahan oleh dana investor asing yang masih ke pasar modal domestik sehingga potensi kenaikan masih terlihat. Secara teknikal, IHSG juga masih berada di atas level batas bawah di 5.032 poin.
Head of Research Valbury Asia Securities Alfiansyah menambahkan bahwa pergerakan IHSG BEI masih dibayangi tekanan akibat belum adanya ketidakpastian atas langkah pemerintah terkait penaikan harga BBM.
"Berlarutnya ketidakpastian itu akan membuat inflasi meningkat karena sejumlah harga barang sudah mengalami kenaikan, kondisi itu dapat menimbulkan kecemaskan pelaku pasar terhadap perekonomian Indonesia yang sedang melambat," katanya.Bursa regional, di antaranya indeks Bursa Hang Seng melemah 153,06 poin (0,65 persen) ke 23.496,25, indeks Nikkei naik 96,91 poin (0,58 persen) ke 16.889,39, dan Straits Times menguat 3,68 poin (0,11 persen) ke posisi 3.294,64. Editor: Fitri SupratiwiCOPYRIGHT © ANTARA 2014
View the original article here

Posting Komentar