Menu
 

PT Pertamina memastikan stok BBM aman untuk menghadapi kebijakan penyesuaian harga BBM bersubsidi yang dilakukan pemerintah mulai 00.00 atau Selasa (18/11). Saat ini, stok BBM yang dikelola oleh Pertamina mencapai sekitar 18 hari untuk premium dan sekitar 19 hari untuk solar.Vice President Corporate Communication Pertamina Ali Mundakir mengatakan, pertamina, telah mempersiapkan ketersediaan BBM yang cukup untuk mengakomodasi kemungkinan lonjakan konsumsi setelah pengumuman resmi kebijakan penyesuaian harga BBM bersubsidi oleh pemerintah.Dari catatan Pertamina, sebulan terakhir, terjadi peningkatan konsumsi harian BBM bersubsidi yaitu Premium dari semula 81.500 kiloliter per hari menjadi sekitar 87.000 kiloliter per hari atau naik sekitar 7 persen.Sedangkan solar, dari 44.500 kiloliter per hari menjadi sekitar 47.000 kiloliter per hari atau naik sekitar 6 persen. "Tren kenaikan tersebut juga pernah terjadi pada saat menjelang pengumuman kebijakan penyesuaian harga BBM bersubsidi pada tahun 2013," katanya dalam siaran pers yang diterima merdeka.com, Senin (17/11).Dia menegaskan, Pertamina telah melakukan berbagai langkah antisipasi untuk memastikan pasokan BBM bagi masyarakat tetap aman diantaranya dengan membentuk Posko Satgas Kenaikan Harga BBM di Kantor Pusat dan seluruh Kantor Region Pertamina dan berkoordinasi dengan Kepolisian RI dan TNI untuk pengamanan SPBU dan objek vital lainnya," katanya."Menjelang berlakunya harga baru, kami memastikan ketersediaan stok BBM, khususnya Premium dan Solar sangat cukup bagi masyarakat. Pertamina telah menginstruksikan seluruh SPBU beroperasi melayani masyarakat, setidaknya sampai dengan berlakunya harga baru," katanya.Ali mengharapkan masyarakat tidak melakukan pembelian BBM bersubsidi secara berlebihan jelang kebijakan penaikan harga. "Pertamina mewaspadai adanya gangguan dan hambatan pada jalur distribusi BBM bersubsidi yang dapat merugikan masyarakat," ungkapnya.
Sumber: Merdeka.com
View the original article here

Posting Komentar

 
Top