Minyak West Texas Intermediate melemah setelah kenaikan terbesarnya sejak bulan September di tengah spekulasi penurunan dalam suplai minyak Arab Saudi tidak sinyalkan negara produsen minyak terbesar di kelompok OPEC tersebut mengurangi produksinya.Kontrak berjangka turun sebanyak 0.9% di New York dan bersiap untuk penurunan mingguan ke empat. Pengiriman minyak Arab Saudi ke pasar global menyusut pada bulan lalu walaupun produksi mereka naik, di laporkan oleh orang yang familiar dengan kebijakan minyak di negara kerajaan tersebut. Minyak mentah telah ambruk ke pasar bear di tengah meningkatnya suplai seiring para anggota-anggota utama OPEC menolak seruan untuk mengurangi produksi, bahkan di tengah AS yang memompa minyak pada laju tercepat dalam hampir tiga dekade.“Pasar meningkatkan keyakinan mereka bahwa OPEC tidak akan mengurangi produksi pada bulan depan,” kata Will Yun, seorang analis komoditas di Hyundai Futures Corp. pada hari ini. “Level harga yang berada di sini adalah apa yang OPEC inginkan, untuk menguras laba di AS dimana kenaikan produksi adalah sebuah ancaman untuk para produsen di Timur Tengah.Minyak WTI untuk pengiriman bulan Desember turun sebanyak 77 sen menjadi $81.32 per barel dalam perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange dan saat ini bergerak di kisaran $81.61 pada pukul 10.55 wib. Kontrak naik sebanyak $1.57 menjadi $82.09 pada saat kemarin. Harga minyak telah turun sebesar 1.6% pada pekan ini dan turun 17% di tahun 2014.fsyl)

View the original article here
Posting Komentar