Menu
 

Pemerintah didorong segera menaikkan harga BBM subsidi. Dampak dari penaikan harga komoditas vital itu dinilai hanya berlangsung selama tiga bulan.Ekonom Aviliani menilai penaikan harga BBM subsidi sebesar Rp 3 ribu per liter bakal mendongkrak inflasi sebesar 4,5 persen. Jika dinaikkan bulan ini, maka dampaknya hanya bakal terasa hingga akhir Januari."Tiga bulan setelahnya atau Februari semuanya akan kembali normal lagi," jelas dia dalam diskusi di Kantor PWI Jaya, Jakarta, Senin (17/11).Hal senada diungkapkan Kepala Ekonom Bank Negara Indonesia Ryan Kiryanto. Menurutnya inflasi bakal melejit hanya selama dua bulan pascapenaikan harga BBM subsidi."Bulan pertama atau kedua inflasi akan hit ke atas, tapi habis itu akan kembali normal. Ini karena masyarakat sudah terbiasa dengan harga BBM yang baru," pungkas Ryan.Direktur Institute for Development Economy and Finance (INDEF) Enny Sri Hartati mengatakan BBM subsidi merupakan lingkaran setan yang menyandera perekonomian Indonesia. Dalam lima tahun terakhir, anggaran subsidi BBM terus meningkat. Dari Rp 139,1 triliun pada 2010 menjadi Rp 211,89 triliun pada 2014.Ditambah subsidi listrik, total anggaran subsidi energi tahun ini Rp 365 triliun."Kondisi ini tentu mengakibatkan ruang fiskal menjadi terbatas untuk membiayai belanja yang produktif," kata dia.

Sumber: Merdeka.com
View the original article here

Posting Komentar

 
Top