Banyak analis yang memperkirakan pertumbuhan ekonomi secara pesat di
kawasan Asia. Ini berdampak pada kemampuan wilayah ini mendorong sektor
keuangan syariah dunia.
Dream - Negara Asia memiliki potensi
untuk memperluas industri keuangan Islam. Hal ini karena adanya
pergeseran kegiatan ekonomi secara global.
Sultan Perak Sultan Nazrin Shah mengatakan wilayah khususnya Timur
dan Tenggara Asia diharapkan dapat memberikan kontribusi lebih dari 50%
dari pertumbuhan global pada tahun 2018.
"Rata-rata wilayah ini diperkirakan akan tumbuh hampir dua kali lipat
lebih cepat dibandingkan daerah lain dalam dekade ke depan," ujar
Nazrin seperti dikutip dari Bernama, Senin 17 November 2014.Dia menambahkan Asia mampu menjadi wilayah yang menciptakan kekayaan
tertinggi dengan adanya ekspansi populasi kelas menengah atas yang dapat
mendorong pertumbuhan.
"Wilayah ini bisa meningkatkan pembiayaan syariah, penciptaan
lonjakan aset dan jasa manajemen aset dengan jumlah individu
berpenghasilan tinggi yang diperkirakan akan mengungguli kawasan Amerika
Utara dan Eropa pada akhir tahun," jelasnya.
Dia menyebutkan Organisation for Economy Co-operation and Development
(OECD) memperkirakan jumlah orang kelas menengah di Asia bisa mencapai
66% atau 3,2 miliar dari populasi dunia pada tahun 2030.
"Ini merupakan peningkatan 6 kali lipat jika dibandingkan tahun 2009 yang sejumlah 525 juta," paparnya.Menurut Nazrin, hal ini disebabkan adanya peningkatan upah sehingga memengaruhi jumlah tabungan dan konsumsi yang meningkat.OECD memproyeksikan pertumbuhan PDB sebesar 5,5% per tahun hingga 2017 di Asia.

Posting Komentar