Bisnis.com, MELBOURNE — Minyak West Texas Intermediate terus jatuh mendekati level terendah dalam 3 tahun terakhir setelah International Energy Agency memperkirakan pertumbuhan permintaan melambat mendekati rekor terendah 2009.Ric Spooner, analis utama CMC Markets, mengatakan pergerakan harga yang terus anjlok ini terus terjadi semenjak Arab Saudi menjual minyaknya dengan harga yang jauh lebih murah dari harga pasar.“Sentimen pasar dapat berubah bila Organization of the Petroleum Exporting Country (OPEC) membuat kebijakan membatasi produksi minyak dunia. Pasar berharap organisasi eksportir minyak dunia itu segera berubah pikiran apalagi produksi minyak Amerika Serikat terus meningkat,” ujarnya seperti dilansir Bloomberg, Rabu (15/10/2014).Lalu, OPEC lebih lebih memilih melakukan aksi pemotongan harga untuk bisa bersaing di pasar komoditas energi dibandingkan dengan memangkas produksi.Negara-negara produsen minyak Timur Tengah pun tak masalah diskon harga yang cukup besar untuk minyak asalkan tidak sampai mendekati biaya produksi.Kemarin, minyak West Texas Intermediate (WTI) dan Brent tergelincir amat dalam. WTI jatuh hingga ke level US$81,84 per barel dan Brent jatuh ke level US$85,04 per barel.Pada Rabu (15/10) pukul 9:25 WIB harga minyak WTI dan Brent mencatatkan penguatan. WTI menguat 0,21% menjadi US$82,01 per barel. Sedangkan, Brent menguat 0,44% menjadi US$85,48.
Source : Bloomberg
sumber : bisnis.com
Posting Komentar