Menu
 

Seperti diketahui, pada pekan lalu IMF dan World Bank baru saja memangkas proyeksi ekonomi global untuk beberapa negara maju dan berkembang di sisa tahun 2014 dan tahun 2015 mendatang. Meski demikian, nyatanya kekhawatiran tentang perlambatan pertumbuhan ekonomi global tidak berpengaruh untuk negara dengan ekonomi terkuat di dunia ini, Tiongkok. Pasalnya, para pejabat dari beberapa organisasi keuangan internasional telah menyatakan optimisme mereka tentang perkembangan ekonomi Tiongkok.


Zhu Min, wakil direktur pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF), pada pertemuan tahunan 2014 dari IMF / World Bank Group yang diselenggarakan di Washington akhir pekan lalu menyampaikan serta menjelaskan bahwa proyeksi pertumbuhan ekonomi Tiongkok yang lebih lambat ke depan sebagai sebuah hal yang baik.


Sebelumnya, IMF memperkirakan perekonomian Tiongkok akan tumbuh 7,4 persen tahun ini dan 7,1 persen tahun depan. PDB Tiongkok sendiri tumbuh 7,7 persen pada 2013 lalu, yang merupakan tingkat terendah sejak 1999.


Presiden Bank Dunia, Jim Yong Kim pun juga menyampaikan apresiasinya kepada para pemimpin Tiongkok yang telah memiliki kesadaran yang luar biasa untuk segera mengubah model pertumbuhan ekonomi negaranya yang kurang didorong oleh aktivitas ekspor dan investasi, karena selama ini lebih oleh didominasi oleh konsumsi domestik.


Zhu, yang adalah seorang pejabat senior di beberapa bank Tiongkok sebelum bergabung dengan IMF pada tahun 2010 lalu dan menjabat sebagai penasihat khusus untuk direktur, menyalahkan perlambatan Tiongkok yang terjadi saat ini atas kebijakan para petinggi bank yang memperketat pinjaman, dikarenakan penurunan likuiditas akan memperlambat pertumbuhan ekonomi.


Selain itu, perlambatan juga disebabkan oleh melonjaknya harga properti dan stok yang berlebihan sehingga menghambat investasi real estate. Akibatnya, pertumbuhan PDB mungkin akan turun sebesar 1 persen tahun ini dan terus mempengaruhi pertumbuhan ekonomi tahun depan.


Namun di sisi lain, Zhu melihat upaya Tiongkok selama 18 bulan terakhir dalam membatasi utang pemerintah daerah dan perbankan serta dalam hal meningkatkan pengawasan perbankan sudah mulai membuahkan hasil. Stimulus yang paling terlihat hasilnya adalah program perkeretaapian, produk baru dan infrastruktur yang hingga saat ini telah menunjukkan kemajuan cukup pesat.


Sumber : vibiznews.com


Ekonomi dan Bisnis


View the original article here

Posting Komentar

 
Top