Menu
 

Ekspor Tiongkok  naik lebih dari yang diperkirakan pada bulan September lalu  dan ini memberikan sedikit angin segar terhadap pertumbuhan ekonomi yang melambat dan juga proyeksi pertumbuhannya diturunkan IMF. Namun seperti yang diberitakan sebelumnya, kenaikan ekspor ini tidak mampu mengangkat surplus perdagangan bulan September lalu.

Bea dan Cukai negeri Tiongkok melaporkan ekspor telah naik 15,3 persen dari tahun sebelumnya, kenaikan terbesar sejak Februari 2013 dan lebih besar  dari perkiraan analis yang memperkirakan kenaikan ekspor sebesar 12 persen. Sehingga ekspor dilaporkan meraih pemasukan sebesar $214 Miliar yang meningkat dari bulan Agustus sebesar $ 209 miliar.
Selain itu juga pihak pabean negara ini melaporkan impor meningkat sebesar 7 persen yang mengalahkan perkiraan ekonom untuk penurunan 2 persen setelah bulan Agustus, impor telah turun 2,4 persen.Peningkatan aktivitas perdagangan luar negeri ini  membantu Tiongkok mengangkat menurunnya kinerja  properti negara tersebut. Sehingga secara global, prospek ekonomi yang melambat menjadi lebih keruh.  Ekspor ke Hong Kong dilaporkan melonjak 34 persen dari tahun sebelumnya, yang  menyalip Amerika Serikat pada bulan tersebut yang juga menjadi tujuan utama ekspornya.Opini yang positif diatas merupakan gambaran besar dari respon positif  para ekonom setelah rilis ini namun berbeda dengan respon di pasar saham, bursa saham Shanghai  dan Hongkong yang dibuka melempem melanjutkan pelemahan akhir pekan lalu tetap menunjukkan trend yang negatif seperti indeks Hangseng sesi I dilaporkan masih melemah.

View the original article here

Posting Komentar

 
Top