Perekonomian negara tetangga Indonesia, Singapura telah menunjukkan perkembangan yang baik di sepanjang kuartal ke-3 tahun ini. PDB Singapura tercatat berhasil berekspansi melampaui perkiraan ekonom dimana hal ini menambah bukti bahwa meningkatnya permintaan global memicu kegiatan manufaktur di negara tersebut.
PDB Singapura naik menjadi 1,2 persen di tingkat tahunan pada kuartal ke-3 lalu, demikian berdasarkan data yang dirilis Departemen Perdagangan Singapura. Estimasi para ekonom sebelumnya PDB hanya akan melaju sebesar 0,8 persen. Dapat dilihat pada gambar dibawah ini:

Output manufaktur Singapura telah mendapatkan manfaat dari melambatnya pertumbuhan ekonomi global sehingga tingkat permintaan luar negeri di negara ini meningkat, bahkan ketika pemerintah Singapura telah menerapkan rencana 10 tahun untuk mengurangi ketergantungan pada pekerja asing murah dan meningkatkan produktivitas yang telah menyebabkan kekurangan tenaga kerja dan mendorong biaya upah.
Data yang dirilis kemarin (14/10/2014) menunjukkan kegiatan ekspor Tiongkok ke Amerika Serikat, Eropa dan Asia Tenggara meningkat dari tahun sebelumnya pada bulan September lalu.
Melihat rebound PDB di kuartal ke-3 tahun ini, maka beberapa pengamat menyarankan pertumbuhan ekonomi Singapura di kuartal depan harus melaju pada kecepatan yang moderat. Inflasi upah kemungkinan besar masih akan tetap relatif kuat, dan bisnis di sektor makanan dan jasa juga dapat menyebabkan kenaikan biaya.
Aktivitas manufaktur Singapura tercatat naik 1,2 persen (yoy) pada kuartal ketiga ini jika dibandingkan dengan kuartal sebelumnya. Aktivitas manufaktur tersebut juga melaju lebih cepat jika dibandingkan dengan penurunan sebesar 15,1 persen pada kuartal kedua.
Sumber : vibiznews.com
Ekonomi dan Bisnis
Posting Komentar