Menu
 

Perekonomian Negeri Kanguru hingga saat ini masih tengah goyah setelah nilai investasi sektor pertambangan anjlok.  Padahal investasi sektor pertambangan yang sempat membanjiri negara tersebut telah mengangkat ekonomi yang sempat jatuh saat krisis finansial global 2009 lalu. Selain itu beberapa faktor baik internal maupun eksternal lainnya juga kian membebani pertumbuhan ekonomi di negara ini.Tingkat kepercayaan bisnis di Australia bulan September, berdasarkan survei terbaru dari National Australia Bank (NAB) yang dirilis hari ini (14/10/2014) menunjukkan sebuah penurunan yang cukup tajam. Indeks kepercayaan bisnis yang dikeluarkan oleh NAB ini merosot ke skor 5 dari skor 8 pada bulan Agustus. Dapat dilihat pada gambar dibawah ini:Australia Business Confidence
Selain itu, indeks untuk kondisi bisnis juga turun, jatuh dari skor 4 pada bulan Agustus ke skor 1 untuk bulan September lalu. Penurunan ini dikarenakan efek lambatnya pertumbuhan pendapatan nasional, harga komoditas yang lebih rendah, kelebihan kapasitas dan perilaku belanja konsumen yang lebih hati-hati dimana hal ini tercermin hampir di sebagian besar industri. Di antara masing-masing komponen survei, kepercayaan adalah tertinggi untuk konstruksi, dan terendah berada pada sektor pertambangan.Sebagai tambahan, ekonomi Australia di kuartal 2 tumbuh 0,5% dari kuartal sebelumnya yang tercatat melambat setelah berekspansi 1,1% pada kuartal 1. Adapun produktivitas perdagangan Australia menurun 4,1% pada kuartal kedua dari kuartal sebelumnya, dan telah turun 7,9% dari periode yang sama tahun sebelumnya. Harga bijih besi yang merupakan komoditas ekspor andalan negara tersebut, telah anjlok 35% sepanjang tahun ini.

View the original article here

Posting Komentar

 
Top