Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan (Aher) menilai penyebab molornya penyerahan nilai UMK kepada dirinya dikarenakan pemerintah pusat masih tarik ulur terkait penetapan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi."Kita masih nunggu kepastian harga BBM naik atau tidak. Teman-teman di dewan pengupahan juga masih nunggu. Padahal tinggal 3 hari lagi (sebelum pengesahan UMK)," kata Aher saat ditemui di Gedung Sate, Bandung, Senin (17/11/2014).Politisi PKS ini meminta pemerintah pusat untuk menunda pengumuman naik tidaknya BBM sebelum penetapan UMK 2015 dilakukan. Dengan begitu angaka UMK yang diajukan masing-masing Kabupaten/Kota bisa dikaji terlebih dulu.
"Hingga saat ini yang baru melaporkan berasal dari kawasan timur seperti Banjar, Kuningan, Majalengka dan Cirebon sedangkan seperti Bandung Raya dan Bekasi belum," pungkasnya. (Okan Firdaus/Ahm)
View the original article here

Posting Komentar